Makalah Buah Selasih Dalam Al-Qur’an

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A.   Latar Belakang

Di alam ini terdapat banyak sekali jenis tumbuhan yang berbeda-beda. Semua tumbuhan mempunyai zat atau kandungan yang bermacam-macam dengan fungsi yang beragam bagi tubuh manusia. Jika diteliti lebih lanjut mengenai khasiat tumbuhan maka tidak terdapat tumbuhan yang tidak mempunyai khasiat medis bagi kesehatan. Seperti dalam firman Allah yang artinya “Tuhan kami tidak menciptakan sesuatu dengan sia-sia”.

Berdasarkan ayat tersebut dapat membuka hati dan pemikiran para ilmuwan untuk terus bereksperimen dan menemukan hal-hal baru yang merupakan ciptaan Allah SWT. Dengan bereksperimen para ilmuwan dapat mengungkap keajaiban besar yang diciptakan oleh Allah dalam ciptaan-Nya walaupun dalam bentuk yang sangat kecil dan dianggap tidak berarti.

Seperti halnya penelitian mengenai tumbuhan kemangi. Tumbuhan kecil tersebut ternyata mempunyai khasiat sebagai obat. Hal itu tidak akan diketahui tanpa adanya penelitian yang fokus pada objek tersebut. Selain itu ternyata tumbuhan kemangi telah digunakan sebagai obat sejak zaman Nabi Muhammad SAW dan telah disebutkan dalam ayat Al-Qur’an.

Namun pada masa sekarang ini tidak sedikit ilmuwan yang tidak menyadari bahwa semua itu merupakan ciptaan Allah dan mengakui bahwa itu adalah ciptaannya sendiri. Hal itu jelas dilarang oleh agama Islam. Oleh karena itu kita sebagai calon ilmuwan muslim hendaknya sering melakukan penelitian untuk membuka keajaiban dari ciptaan Allah agar kita senantiasa semakin dekat dan semakin percaya terhadap semua ciptaan Allah SWT.

  1. B.   Tujuan

Tujuan dibuatnya makalah ini adalah untuk mengetahui khasiat dan kandungan dari selasih/ kemangi serta menjelaskan mengenai kandungan-kandungan dalam selasih.

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

  1. 1.    Klasifikasi dan Gambar Tumbuhan

                     

                 

Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
     Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
         Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
             Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
                 Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
                     Sub Kelas: Asteridae
                         Ordo: Lamiales
                             Famili: Lamiaceae
                                 Genus: Ocimum
                                     Spesies: Ocimum basilicum L.

                                                                 (www.plantamor.com)

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. 2.    Deskripsi Tumbuhan

Jenis kemangi yang banyak diusahakan adalah jenis lokal yang belum jelas nama/varietasnya. Penampilan tanaman cukup rimbun. Daun berwarna hijau muda. Bunga putih kurang menarik. Bila dibiarkan berbunga maka pertumbuhan daun lebih sedikit dan tanaman cenderung cepat tua dan gampang mati (Tjitrosoepomo,1994:167).

Kemangi tidak menuntut syarat tumbuh yang rumit. Dapat dikatakan semua wilayah di Indonesia bisa ditanami kemangi. Yang jelas tanahnya bersifat asam. Kemangi juga toleran terhadap cuaca panas maupun dingin. Perbedaan iklim hanya mengakibatkan penampilan sedikit berbeda. Kemangi yang ditanam di daerah dingin daunnya lebih lebar dan ebih hijau. Sedangkan kemangi di daerah panas daunnya keci, tipis, dan berwarna hijau pucat.

Kemangi merupakan sejenis tumbuhan yang banyak digunakan dalam masakan terutamanya masakan Indonesia. Kemangi adalah sejenis tumbuhan yang beraroma dan baunya seakan-akan bau serai. Tumbuh rimbun dan mempunyai cabang yang banyak. Daunnya tersusun dalam bentuk pasangan yang berlawanan dan tersusun dari atas dan bawah. Batangnya berbentuk empat segi dan mempunyai bulu-bulu halus yang disebut trikoma. Bunga kemangi tersusun dari pada tangkai bunga yang berbentuk menegak. Bunganya dari jenis hermafrodit (dua kelamin), berwarna putih dan berbau sedikit wangi. Bunga ini akan menghasilkan biji benih kemangi yang banyak dan kecil. Tumbuhan ini berkembangbiak melalui biji dan keratan batang (Adnyana,2007.http://www.anekaplantasia.com).

Kemangi merupakan anggota famili Lamiaceae, yang berarti kelompok tanaman dengan bunga berbibir. Nama genusnya Ocimum yang berarti tanaman beraroma. Aroma khas tersebut muncul dari daunnya. Tanaman tersebut berkerabat dekat dengan daun mint (Mentha arvensis), yang dikenal orang Sunda sebagai karesmen, yang biasa dilalap mentah. Beberapa kerabat kemangi di antaranya tanaman selasih (Ocimum basillicum), dan daun bangun-bangun alias daun jinten (Coleus amboinicus). Tanaman basil inilah yang kemudian menurunkan bermacam-macam varietas kemangi. Daun basil banyak digunakan sebagai bumbu aromatik untuk campuran masakan Italia, seperti saus sphagetti atau saus pizza (Steenis,2006:145).

Kemangi yang ada di Indonesia bernama botani Ocimum basillicum. Karena tumbuhnya menyemak, maka dikelompokkan dalam basi semak (bush basil). Kemangi dalam taksonomi tanaman termasuk ke dalam marga Ocimum yang memiliki 50-150 jenis yang tersebar dari daerah tropis Asia, Afrika sampai Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Dari sekian banyak Ocimum tersebut, memang hanya beberapa yang telah menjadi komoditas komersial, di antanya yaitu jenis Ocimum americanum, Ocimum sanctum, Ocimum gratisimum, Ocimum basillicum dan beberapa jenis lainnya (Dasuki,1991:137).

 

  1. 3.    Kandungan Kimia

Dari bermacam-macam senyawa yang terdapat dalam Ocimum sp. Minyak atsiri merupakan salah satu komponen yang mendapat perhatian secara komersial. Minyak atsiri ini banyak digunakan sebagai aroma pada makanan, minuman, dan juga digunakan dalam industri parfum. Walaupun termasuk dalam marga yang sama, tetapi kandungan minyak atsiri dari masing-masing jenis berbeda satu sama lain, baik komposisi senyawa penyusun minyak atsiri ataupun kadarnya, karena banyak faktor yang dapat mempengaruhi produksi minyak atsiri tanaman yang salah satunya adalah tempat tumbuh. Contohnya yaitu senyawa kamfen yang merupakan salah satu senyawa yang terdapat dalam minyak atsiri, hanya ditemukan pada Ocimum americanum, tetapi  tidak terdapat pada Ocimum basillicum. Sebaliknya, senyawa sineol yang juga kandungan dalam minyak atsiri, terdapat pada Ocimum basilicum tapi tidak terdapat pada Ocimum americanum (Robinson,1991:137).

Perbedaan ini tentu saja akan memberikan perbedaan aroma dan kekuatan efek farmakologi dari masing-masing minyak atsiri dari jenis tanaman tersebut. Ocimum basilicum menempati tempat teratas, paling populer karena selain kandungan minyak atsirinya relatif lebih banyak daibanding yang lain, juga memiliki aroma yang lebih disukai.

Senyawa-senyawa yang banyak ditemukan dalam minyak atsiri ini antara lain 1,8-sineol, trans-beta-ocimen, kamfor, linalool, metil kavikol, geranio, citral eugenol, metil sinamat, meti eugenol, beta-bisabolen, beta-kariopilen. Kandungan utama yang banyak terdapat dalam minyak atsiri yang beredar di pasaran seperti minyak sweet basil adalah linalool dan metil-kavikol. Kandungan lainnya yang juga cukup tinggi adalah eugenol dan 1,8-sineol, selanjutnya dengan kadar yang lebih rendah adalah citral (neral dan geranial) juga ocimen (Adnyana,2007.http://www.anekaplantasia.com).

Beberapa klaim tradisional telah dibuktikan secara ilmiah dengan pengujian farmakologi, di antaranya telah dilakukan pengujian terhadap aktivitas antibakteri, antifungi, larvasida, antiulcer, dan antiseptik. Kebanyakan senyawa bioaktif (senyawa yang berta ggung jawab untuk menghasilkan efek) merupakan senyawa penyusun minyak atsiri ya

 

  1. 4.    Tafsir Al-Qur’an

Firman Allah daam QS. Ar-Rahman:12

               

Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya.”

(QS. Ar-Rahman:12)

Dalam shahih Muslim yang diriwayatkan dari Nabi SAW bahwa beliau bersabda:

Barangsiapa yang ditawari minyak wangi, jangan ia menolaknya karena minyak wangi itu ringan dibawa tetapi harum baunya”.

Kata al-habb dipahami dalam arti tumbuhan yang merupakan makanan pokok, seperti gandum dan padi. Kata raihan dari kata ra’ihah yakni berarti aroma. Raihan adalah kembang-kembang yang memiliki aroma yang harum, seperti Ros, Yasmin, Kemuning dan lain-lain. Ada juga yang memahami kata tersebut dalam arti daun yang hijau yakni sebagai antonim dari al-‘ashf/daun yang kering (Shihab,2002:502).

Raihan atau ruku-rukuan/daun kemangi adalah tumbuhan yang wangi dan berbau harum. Oleh karena itu kalangan barat menyebutnya ais. Itulah yang dikenal dikalangan orang-orang Arab sebagai raihan, orang-orang Iraq dan Syam menyebutnya habaq(Abdul Fattah,2004:68).

Di muka bumi ini terdapat pula biji-bijian yang menjadi bahan makanan pokok, seperti gandum, padai dan lain-lain, serta mempunyai tungku-tungku yang kering. Juga terdapat berbagai macam tumbuhan yang harum bunganya. Allah menjadikan bagi kita berbagai macam buah, istimewa pohon kurma dan berbagai macam bijian yang mempunyai jerami untuk bahan pakan hewan dan yang mempunyai isi untuk menjadi rezeki kita (Hasbi,2003:4052).

Allah telah memudahkan kehidupan bagi manusia di bumi. Bumi berputar membawa mereka seraya mengitari matahari, bergerak bersama matahari dan planet-planetnya dengan kecepatan yang menakjubkan. Dia memberikan berbagai makanan sebagai kekuatan untuknya di bumi seperti buah-buahan, terutama kurma yang memiliki kelopak mayang guna menunjukkan keindahan bentuknya di samping manfaat buahnya. Juga seperti biji-bijian dari pohon yang berdaun dan berbatang yang sebagiannya merupakan pakan ternak. Dan, seperti tanaman berbau harum yang tumbuh di permukaan bumi, baik yang menjadi makanan manusia maupun makanan binatang, juga ada yang merupakan kesenangan semata bagi manusia (Quth,1992:122-123).

Pada bagian ini dirinci aneka nikmat Allah. Pengajaran Al-Qur’an, penciptaan manusia, pengajaran berbahasa, penyerasian matahari dan bulan dengan perhitungan tertentu, peninggian langit, pemasangan timbangan, penghamparan bumi bagi manusia beserta segala isinya seperti buah-buahan, kurma, biji-bijian, dan tanaman yang harum. Pada sajian ini dibisikkanlah kepada jin dan manusia ihwal sikapnya terhadap alam semesta dan penghuninya (Quth,1992:123).

Allah telah meletakkan bumi dan menghamparkannya untuk tempat tinggal makhluk. Di sana terdapat buah-buahan yang mempunyai kelopak-kelopak mayang yang darinya keluar buahnya. Di sana terdapat biji-bijian yang berkulit, sebagai rezeki untuk kalian (manusia) dan ternak kalian, dan di sana juga terdapat segala tumbuhan yang berbau harum (Basyir,2011:521).

Baik Ayurveda dan Al Qur’an menceritakan tentang kualitas spiritual dari tanaman selasih, kemangi suci (Ocimum sanctum) disebut Tulasi dalam bahasa Sansekerta dan selasih (Ocimum basilicum) disebut Rayhan dalam Alquran (sementara Italia hanya nilai untuk kualitas kuliner nya). Tulasi kemangi digunakan untuk uplife, jelas, dan menyegarkan pikiran, kesadaran membantu untuk fokus pada pikiran rohani. Rayhan disebutkan dalam Al Qur’an (55:12) sebagai tanaman surga, dan Nabi merekomendasikan kepada sahabatnya untuk aromaterapi yang menyegarkan. The Rayhan Kata Arab berasal dari akar yang sama sebagai ‘roh’ ruh.

 

  1. 5.         Manfaat Tumbuhan

Daun kemangi juga berkhasiat menghentikan diare, bisa mencegah timbulnya uap panas dan lembab dari dalam tubuh, bila dihirup baunya. Berfungsi juga untuk menenangkan detak jantung dan menimbulakan kegembiraan, bahkan juga dapat mencegah wabah penyakit menular, caranya dengan meetakkannya dirumah. Daun kemangi berkhasiat mengempeskan pembengkakan dalam dua cara yaitu dengan mencamprkan ke dalam makanan atau ditumbuk. Bila dibalukan di kepala dapat menghambat mimisan. Daun ini juga berkhasiat untuk memperkuat organ tubuh yang lemah bila dibalutkan. Serta berkhasiat untuk menghentikan pendarahan serta menghisap cairan kotor dan bau pada ketiak (Hariyana,2004:83).

Masyarakat Indonesia cukup lama akrab dengan kemangi (Ocimum sp.). Daunnya biasa dihidangkan langsung untuk lalapan bersama mentimun dan terung. Namun selain sebagai lalapan, kemangi juga terbukti mampu untuk merangsang peredaran darah di tubuh. Sehingga kulit lebih sehat, tampak menjadi halus, bersih , kencang, dan kemilau. Daun serta bunga dari kemangi bisa dijadikan wangi-wangian untuk aromaterapi, memberikan ketenangan tersendiri apabila mencium aromanya, sama halnya apabila digunakan sebagai campuran mandi berendam. Tumbuhan ini juga berguna untuk mengatasi jerawat serta kerontokan rambut (Savitri,2008:155).

Mulai dari benih, akar, daun, batang sampai bunga kemangi berfungsi sebagai obat-obatan. Minyak yang dihasilkan dari racikan kemangi dapat memberikan fungsi melawan bakteri seperti Staphylococcus aureus, Salmonella enteridis, dan Escherichia coli. Bahkan menangkal infeksi yang disebabkan virus seperti Basillus subtilis, Salmonella paratyph, dan Proteus vulgaris (Savitri,2008:155-156).

Kemangi juga efektif mengatasi sakit perut seperti mulas, kram, muntah-muntah, demam, influenza, sakit kepal, batuk keras, masalah menstruasi, menetralkan bisa ular, sakit telinga, dan penghambat penyebaran jamur. Dan ketika merasa terganggu oleh serangan nyamuk di malam hari, maka abu kemangi bisa digunakan untuk menghalau serangan tersebut. Populasi kemangi yang menyebar di seluruh belahan dunia beriklim tropis, seperti di benua Eropa, daerah Mediterania, Asia Pasifik, Amerika Selatan dan Utara, Timur Tengah dan Australia (Hariana,2004:85).

Biji kemangi (selasih) berkhasiat menghentikan pendarahan pada dada dan paru-paru, juga berkhasiat membersihkan lambung, namun tidak membahayakan dada dan paru-paru itu sendiri karena unsur pembersih yang ada (disebutkan dalam Zadul Ma’ad, itulah yang lebih tepat, sementara naskah asli disebutkan, karena zat manis yang ada di dalamnya). Khasiatnya berguna untuk mengobati sakit perut dan juga batuk. Dan itu jarang terdapat pada obat-obatan lain. Ia juga berkhasiat untuk memperlancar air seni, berguna mengobati luka pada kandung kemih serta mengobati akibat gigitan laba-laba berbisa dan sengatan kalajengking. Akan tetapi akarnya berbahaya jika digunakan untuk membersihkan gigi (Al-Jauziyah,2004:381).

Biji selasih, selain nikmat dibuat minuman juga menyehatkan. Seluruh bagian tanaman ini berkhasiat untuk mengobati berbagai macam penyakit, baik fisik maupun psikis. Pemanfaatan tanaman untuk pengobatan, di antaranya selasih, sudah dilakukan masyarakat India sejak 5.000 tahun lalu. Seperti diketahui, kondisi sehat menurut kebudayaan India adalah keseimbangan antara tubuh dan pikiran. Membangun keseimbangan itulah, salah satu khasiat tanaman yang dalam bahasa setempat disebut tulasi, tulsi, surasa, vishnu-priya, atau krishnamu. Selasih (Ocinum basilicum Linn.) disebutkan dalam situs indianherb, juga sangat kuat untuk mengurangi stres (Kurniawi,2007.http://www.harianglobal.com).

Meskipun belum ada studi klinis mengenai efek psikologis selasih pada manusia, namun sudah banyak yang membuktikan khasiatnya sebagai pereda stres. Sebuah laporan mengumumkan hasil penelitian yang menunjukkan khasiat tanaman yang mirip kemangi ini sebagai penurun hormon stres. Juga tercatat adanya kesembuhan stres secara cepat. Penelitian pada binatang yang menguatkan bahwa selasih memiliki efek yang sama dengan obat-obatan stimulan dan antidepresi. Di Cincinnati, AS, tercatat banyak pasien stres yang mengalami kesembuhan setelah mengkonsumsi selasih. Seorang konselor klinis, Dr. Barbara Hensley, membenarkan efek herbal ini pada sejumlah pasiennya. Sebelumnya mereka telah mencoba herbal lain dan tidak berefek apa-apa (http://www.labanherba.com).

Kecemasan dan depresi berat yang dialami salah seorang pasien Dr. Hensley jauh berkurang setelah beberapa hari mengkonsumsi selasih. “Sekitar 6-8 bulan kemudian kondisi mereka masih baik dan bisa lebih mudah berkonsentrasi,”ujarnya. Dr. Hensley merasa sangat terkesan oleh para pasiennya, sehingga dia mulai tertarik untuk mengkonsumsinya. Ia pun mengakui keampuhan selasih, dan kini merasa lebih berenergi, tidak cepat lelah dan stresnya berkurang. Tak dijelaskan kandungan apa yang ada dalam tanaman selasih yang berefek pada penurunan stres. Unsur fitokimia yang dipunyai selasih sangat banyak. Di seluruh tanaman mengandung minyak menguap yang terdiri dari ocimene, alpa-pipene, cineole, eucalyptole, linalool, geraniol, methylchavicol, eugenole, dan lainnya. Sedangkan bijinya mengandung planteose, asam lemak yaitu asam palmitat, oleat, stearat, dan linoleat (Sutedjo,2004:237).

Ditambahkan oleh ahli tanaman obat dari Malang, Ir. Wahyu Suprapto, selasih mengandung minyak atsiri, sehingga tidak boleh digunakan oleh penderita rematik, karena bisa menimbulkan nyeri. Yang menonjol, katanya, adalah kandungan zat basilicin yang dibutuhkan tubuh untuk mempertahankan vitamin C. Vitamin ini penting dalam setiap kegiatan yang dilakukan tubuh manusia (Sutedjo,2004:239).

Ada berbagai macam penyakit lain yang sanggup dihadapi selasih. Dalam farmakologi Cina dinyatakan kalau seluruh herba ini bisa merangsang penyerapan (absorpsi), peluruh keringat (diaporetik), peluruh kencing (diuretik), menghilangkan sakit (analgesik), melancarkan peredaran darah dan membersihkan racun. Kemampuan lainnya yakni membunuh kuman (antiseptik), peluruh angin (carminativa), mematangkan bisul (maturativa), radang lambung, pencahar, TBC, dan menghentikan kegugupan (Sutedjo,2004:301).

Teh daun selasih biasa diminum untuk menyembuhkan segala jenis batuk, demam malaria, gangguan pencernaan, penambah napsu makan dan tak enak badan. Baik pula untuk gangguan pernapasan, mual, nyeri haid, pengobatan pascapersalinan, pembersih dan penguat jantung. Bijinya bermanfaat untuk meredakan panas dalam dan pelembut kulit. Suatu penelitian pada marmut membuktikan kalau ekstrak daun selasih berefek antialergi dan antibakteri. Sebagai antibakteri, ia aktif melawan staphlococcus aureus dan mycoplasma tuberculosis, serta jamur. Untuk pemakaian luar, selasih efektif sebagai penyembuh luka, kelainan kulit, juga merupakan obat antinyamuk yang ampuh (Abdul Fattah,2004:354).

Sebagai antiradang selasih memiliki efektivitas sama seperti aspirin dan ibuprofen. Yang lebih menguntungkan, tidak seperti obat-obat itu, selasih tidak mengiritasi perut. Itu karena pada herba ini terdapat unsur yang mencegah perlukaan dalam tubuh yang disebabkan obat-obatan. Tanaman ini juga bisa untuk mencegah kanker dan mengurangi kolesterol. Pada Diabetes Mellitus, terutama yang non-insulin dependent (NID DM), selasih dapat menurunkan kadar gula darah serta melindungi sel dalam pankreas yang memproduksi insulin, dari kerusakan (Tjitrosoepomo,1994:218).

Penelitian secara acak pada tahun 1996 menunjukkan adanya penurunan kadar gula darah puasa dan setelah makan yang bermakna, pada pasien NID-DM. Menurut riset yang dilakukan pada tikus, kandungan ethanol dalam selasih berkhasiat menurunkan kadar gula darah. Temuan lain yang mengagumkan, ternyata selasih mampu melindungi jaringan dalam tubuh dari kerusakan akibat radiasi (Adnyana,2007.http://www.anekaplantasia.com).

BAB III

PENUTUP

 

  1. A.   Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan mengenai selasih/kemangi di atas dapat disimpulkan bahwa tumbuhan kemangi (Ocimum basilicum) mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan. Kebanyakan manfaat kemangi adalah untuk obat-obatan. Mulai dari akar, daun, batang, bunga dan biji kemangi dapat dimanfaatkan untuk kehidupan manusia. Daun kemangi biasa digunakan untuk lalapan dan disajikan langsung bersama mentimun dan terung atau kadang kubis. Biji kemangi atau biasa disebut dengan selasih dapat digunakan sebagai bahan campuran makanan seperti es campur, puding, dan campuran kue. Selain itu kemangi mempunyai banyak manfaat yaitu untuk menyembuhkan penyakit serta menghiangkan gangguan-gangguan dalam tubuh.

Kemangi mengandung minyak atsiri yang mempunyai aroma khas sehingga kemangi dapat digunakan sebagai bahan aroma terapi. Kemangi juga dapat digunakan sebagai bahan untuk digunakan sebagai  body lotion, parfum, sabun mandi, minyak gosok, permen pelega tenggorokan, dan minyak aroma terapi. Oleh karena itu kemangi banyak digunakan sebagai aroma terapi pada tempat-tempat spa karena dapat menghilangkan stress sehingga dapat menenangkan pikiran.

  1. B.   Saran

Makalah ini teah membahas mengenai khasiat dan kandungan dari tumbuhan kemangi (Ocimum basillicum) secara jeas dan rinci. Oleh karena itu, diharapkan setelah membaca makalah ini, kita dapat memanfaatkan tumbuhan yang ada di sekitar kita untuk digunakan sebagai obat. Dengan ini kita akan dapat lebih mensyukuri nikmat yang telah dilimpahkan oleh Allah kepada kita di bumi agar kita tidak meraso sombong dengan apa yang kita miliki.

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s