Makroalga

Sargassum natans

 

Klasifikasi

Kingdom          Protista

Divisi           Paeophyta

Classis   Paeophyceae

Ordo              Fucales

Familia     Sargassaceae

Genus              Sargassum

Spesies     Sargassum sp. (natans,bacciferum, etc)

Habitat

Sargassum terdapat di laut daerah tropis atau subtropis di bagian bumi bagian selatan. Pada umunya Paeophyceae pada umumnya hidup di laut, hanya beberapa saja yang hidup di air tawar. Anggotanya terdiri dari yang berfilamen bercabang sederhana sampai gulma laut yang kompleks, seperti sargassum yang kerumitannya melebihi ganggang-ganggang yang lain. Sebagian besar Paeophyceae merupakan unsur utama yang menyusun varietas laut., seperti sargassum yang jumlahnya mendominasi gulma laut(Sulisetijono,2009:132).

Struktur Tubuh

Biasanya ditemukan berwarna coklat dan berbentuk seperti rumput laut pada umumnya. Tubuhnya berupa Thallus yang multiseluler, lembaran atau yang menyerupai semak yang dapat mencapai ratusan meter panjangnya. Pada umumnya, ukuran panjangnya mencapai 1-3 m. Thallus pada alga ini mempunyai pelekat yang menyerupai akar, dari pelekat ini tumbuh bagian yang tegak dengan bentuk sederhana yang menyerupai batang dan cabang yang menyerupai daun dan juga mempunyai gelembung udara (Air Bladder), (Sulisetijono,2009:132).

Pigmen

Sargassum menyerap cahaya matahari untuk melakukan proses fotosintesis. Pigmen fotosintesis pada alga ini yaitu klorofil A dan klorofil C serta beberapa xantofil seperti fukosantin yang terdiri dari violaxanthin, flavoxanthin, neofukoxanthin a dan neofukoxanthin b. Selain itu juga terdapat betakaroten.

Cadangan Makanan

Cadangan makanan pada alga ini berupa laminarin,yaitu sejenis karbohidrat yang menyerupai dekstrin yang  lebih dekat dengan selulosa daripada zat tepung. Selain laminarin juga ditemukan manitol, minyak dan asam alginat(Tjitrosoepomo,2010:63).

Reproduksi

Reproduksi dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu(Sulisetijono,2009:133-134):

  1. 1.    Vegetatif, umumnya dilakukan dengan fragmentasi Thallus
  2. 2.    Sporik

Semua anggota dari Phaeophyceae kecuali anggota dari bangsa fucales melakukan reproduksi secara sporik dengan zoospora atau aplanospora yang masing-masing tidak berdinding. Zoospora dibentuk dalam sporangium bersel tunggal (unilokular) atau bersel banyak (Plurilokular). Pada sporangia terdapat inti yang mengalami pembelahan meiosis dan diikuti pembelahan mitosis. Ketika pembelahan tersebut berhenti maka akan terbentuk protoplas yang akan mengalami metamorfosa menjadi zoospora.

  1. 3.    Gametik

Reproduksi gametik dilakukan secara isogami, anisogami, dan oogami. Gamet biasanya dibentuk dalam gametamia yang prolikuler atau yang unilokuler pada gametofit. Zigot yang terbentuk tidak mengalami masa istirahat dan langsung membentuk sporofit setelah lepas dari gametofit. Pada beberapa bangsa seperti laminariales reproduksinya secara oogami.

Daur Hidup

Pada Paeophyceae terdapat 3 daur hidup, yaitu:

1)    Tipe Isomorfik

Pada tipe ini gametofit dan sporofit mempunyai bentuk dan ukuran yang relative sama satu sama lain. Contoh: Dictyotales dan Ectocarpales.

2)    Tipe Heteromorfik

Pada tipe ini, sporofit berkembang dengan baik dan berukuran makroskopik, sedang gametofitnya berukuran mikroskopik. Berbentuk filamen yang hanya terdiri dari beberapa sel saja. Misalnya, anggota yang tergolong dalam bangsa Laminariales.

3)    Tipe Diplontik

Tipe ini tidak menunjukkan adanya pergantian keturunan. Siklus hidupnya bersifat diplontik. Fase haploid hanya terdapat pada gametnya. Contoh: Fucales.

 

Alat Gerak

Berupa flagel, terletak pada sel – sel perkembangbiakan dan letaknya lateral. Berjumlah 2 yang heterokon dan terdapat di bagian samping badannya yang berbentuk pir atau sekoci. Pada waktu bergerak ada yang panjang mempunyai rambut – rambut mengkilat menghadap kemuka yang pendek menghadap kebeakang. Dekat dengan keluarnya flagel terdapat bintik mata yang berwarna kemerah – merahan(Tjitrosoepomo,2010:38-39).

 

Manfaat Paeophyta

  1. Macrocrystis pyrifera menghasilkan iodine, yaitu unsur yang
    dapat digunakan untuk mencegah penyakit gondok   Macrocystis (alga coklat)
  2. Macrocrystis adalah makanan suplemen untuk herwan ternak karena kaya Na, P, N, Ca.
  3. Laminaria, Fucus, Ascophylum menghasilkan asam alginate sebagai pengental dalam produk makanan (sirup, soklat, permen, salad, keju, es krim) dan pengental dalam industri (lem, tekstil, pelapis kertas, tablet antibiotic, pasta gigi)
  4. Di bidang pertanian sebagai bahan campuran insektisida dan pelindung kayu.
  1. Di industri farmasi sebagai bahan pembuat kapsul obat, tablet, salep, emulsifier, suspensi dan stabilizer.

Daftar Pustaka

Sulisetijono.2009.Bahan Serahan Alga.Malang:UIN

Tjitrosoepomo,Gembong.2010.Taksonomi Tumbuhan Scizophyta, Thallophyta, Bryophyta, Pteridophyta.Yogyakarta:UGM Press

http://algaebase.org/gambar sargassum natans

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s