Tumbuhan Bahan Sandang

  1. ECENG GONDOK

    

 

 

                     

 

Sistematika Taksonomi

Kerajaan:

Plantae

Divisi:

Magnoliophyta

Kelas:

Liliopsida

Ordo:

Commelinales

Famili:

Pontederiaceae

Genus:

Eichhornia
Kunth

Spesies:

E. crassipes

 

Eceng gondok tumbuh di kolam-kolam dangkal, tanah basah dan rawa, aliran air yang lambat, danau, tempat penampungan air dan sungai. Tumbuhan ini dapat beradaptasi dengan perubahan yang ekstrem dari ketinggian air, arus air, dan perubahan ketersediaan nutrien, pH, temperatur dan racun-racun dalam air. Pertumbuhan eceng gondok yang cepat terutama disebabkan oleh air yang mengandung nutrien yang tinggi, terutama yang kaya akan nitrogen, fosfat dan potasium (Laporan FAO). Kandungan garam dapat menghambat pertumbuhan eceng gondok seperti yang terjadi pada danau-danau di daerah pantai Afrika Barat, di mana eceng gondok akan bertambah sepanjang musim hujan dan berkurang saat kandungan garam naik pada musim kemarau.

Eceng gondok hidup mengapung di air dan kadang-kadang berakar dalam tanah. Tingginya sekitar 0,4 – 0,8 meter. Tidak mempunyai batang. Daunnya tunggal dan berbentuk oval. Ujung dan pangkalnya meruncing, pangkal tangkai daun menggelembung. Permukaan daunnya licin dan berwarna hijau. Bunganya termasuk bunga majemuk, berbentuk bulir, kelopaknya berbentuk tabung. Bijinya berbentuk bulat dan berwarna hitam. Buahnya kotak beruang tiga dan berwarna hijau. Akarnya merupakan akar serabut.

Akibat-akibat negatif yang ditimbulkan eceng gondok antara lain:

  • Meningkatnya evapotranspirasi (penguapan dan hilangnya air melalui daun-daun tanaman), karena daun-daunnya yang lebar dan serta pertumbuhannya yang cepat.
  • Menurunnya jumlah cahaya yang masuk kedalam perairan sehingga menyebabkan menurunnya tingkat kelarutan oksigen dalam air (DO: Dissolved Oxygens).
  • Tumbuhan eceng gondok yang sudah mati akan turun ke dasar perairan sehingga mempercepat terjadinya proses pendangkalan.
  • Mengganggu lalu lintas (transportasi) air, khususnya bagi masyarakat yang kehidupannya masih tergantung dari sungai seperti di pedalaman Kalimantan dan beberapa daerah lainnya.
  • Meningkatnya habitat bagi vektor penyakit pada manusia.
  • Menurunkan nilai estetika lingkungan perairan.

Eceng gondok dianggap sebagai tumbuhan pengganggu yang ada di perairan air tawar. Namun, pada masa sekarang eceng gondok dapat dimanfaatkan menjadi produk baru yang mempunyai niai jual tinggi. Bagi sebagian besar orang eceng gondok dianggap sebagai tanaman tak berguna dan hanya menjadi biang terjadinya banjir karena selalu mengotori sungai. Namun bagi orang yang kreatif, eceng gondok dapat diolah menjadi berbagai barang kerajinan bernilai ekonomi tinggi. Kerajinan eceng gondok ini bahkan telah menembus pasar ekspor.

Eceng gondok selama ini hanya dianggap sebagai tanaman sampah yang mengotori sungai. Namun ditangan Abdul Jalal, warga Kelurahan Klego, Pekalongan, Jawa Tengah, tanaman eceng gondok dapat menjadi kerajinan bernilai ekonomi tinggi. Kerajinan dari bahan dasar eceng gondok buatan Abdul Jalal antara lain berupa hiasan dinding, sandal, taplak meja, batal kursi dan dompet. Jika sudah berbentuk barang kerajinan ini, kesan eceng gondok sebagai tanaman tak bernilai pun sirna.

Harga barang kerajinan eceng gondok berkisar antara 20 ribu hingga 200 ribu rupiah,tergantung modelnya. Jalal mulai menekuni kerajinan eceng gondok ini sekitar 5 tahun silam. Kreatifitasnya muncul berawal saat dirinya melihat hamparan tanaman eceng gondok disebuah sungai di Pekalongan. Lalu timbul keinginannya untuk mencoba membuat kerajinan dari bebeberapa tanaman eceng gondok yang dipungut dari sungai. Tak disangka, kerajinan eceng gondoknya diminati orang.  

Selain itu, ada pula pengusaha furniture yang menggunakan eceng gondok sebagai bahan baku pembuatan kursi, box laundry, mainan, sampul buku, dll. , eceng gondok dipilih karena merupakan salah satu material lokal yang unik dan belum terlalu banyak dieksplorasi.

Eceng gondok pun memiliki sisi lebih dan minusnya. Kelebihannya, eceng gondok memiliki kesan rustic dan kesan alami yang kuat. Bisa dibuat dengan rangka kayu atau rotan, sehingga cukup fleksibel dan mudah dibentuk. Kelemahannya, material ini harus dijauhkan dari air karena porous, lebih baik digunakan sebagai untuk furnitur interior atau pada teras yang beratap.

Kelebihan eceng gondok selain kesan alaminya yang kuat, harga furnitur eceng gondok cenderung lebih murah dibanding kayu dan rotan sintetis. Produk ini diminati oleh pembeli karena sifatnya yang alami, klasik, elegan juga tidak ketinggalan zaman.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. KAPUK RANDU

   

                         

 

 

Sistematika Taksonomi

Kerajaan:

Plant

Divisi:

Magnoliophyta

Kelas:

Magnoliopsida

Ordo:

Malvales

Famili:

Bombacaceae

Genus:

Ceiba

Spesies:

C. pentandra  

 

Pohon ini banyak ditanam di Asia, terutama di pulau Jawa, Malaysia, Filipina, dan Amerika Selatan. Di Bogor terdapat jalan yang di sepanjang tepinya dinaungi pohon kapuk. Pada saat buahnya merekah suasana di jalanan menyerupai hujan salju karena serat kapuk yang putih beterbangan di udara. Pohon ini bisa dikatakan sebagai pohon peneduh jalan karena sering ditemukan pohon ini hidup di pinggir jalan.

Kapuk randu adalah pohon tropis yang tergolong ordo Malvaceae (sebelumnya Bombacaceae) berasal dari bagian utara Amerika Selatan, Amerika Tengah dan Karibia. Kata ‘kapuk’ juga digunakan untuk menyebut serat yang dihasilkan dari bijinya. Pohon ini juga dikenal sebagai Kapas Jawa atau Kapok Jawa, dapat tumbuh setinggi 60-70 meter dan dapat memiliki diameter batang pohon sampai dengan 3 meter.

 

 

Pohon ini mempunyai duri tempel (aculeus) yang menyelubungi kulit pohonnya dan letaknya tersebar. Pohon randu mempunyai cabang yang mendatar (horozontalis), karena batang pokok membentuk sudut 90o . Namun duri-duri tersebut merupakan duru yang mudah ditanggalkan dari alat yang mendukungnya. Tumbuhan mempunyai daun majemuk yang beranak daun tujuh dan terletak pada ujung batang. Bunganya berwarna putih pucat, memiliki mahkota bunga sebanyak 5 dan mempunyai kelopak. Bunganya merupakan bunga banci. Buah berbentuk lonjong dengan ujungnya sedikit meruncing. Biji tersebar didalam buah dan daging buah menjadi kapuk.

Randu mempunyai banyak manfaat dalam kehidupan manusia. Umumnya, randu adalah penghasil kapuk yang digunakan sebagai pengisi bantal atau guling. Sedangkan pohonnya (batang) digunakan sebagai bahan bangunan. Ranting atau cabangnya digunakan sebagai kayu bakar.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s