Tumbuhan Sekitar Sungai

TUMBUHAN YANG HIDUP DI PINGGIR SUNGAI

  1. BAMBU

          

 

                     

SISTEMATIKA TAKSONOMI

Kingdom : Plantae

Devisi : Spermatophyta

Subdivisi : Angiospermae

Klas : Monocotiledonae

Ordo : Graminales

Famili : Gramineae

Subfamili : Bambusoideae

Genus : Gigantochloa

Spesies : Gigantochloa apus

Di setiap lokasi begitu banyak bambu yang tumbuh misalnya didaerah dekat dengan aliran sungai, tebing-tebing ataupun di pinggir pinggir danau. Jika kita perhatikan pertumbuhan bambu begitu cepat berkembang di daerah daerah yang dingin dan agak lembab.

Tanaman bambu di Indonesia ditemukan mulai dari dataran rendah sampai pegunungan. Pada umumnya ditemukan di tempat-tempat terbuka dan daerahnya bebas dari genangan air. Tanaman bambu hidup merumpun, mempunyai ruas dan buku. Pada setiap ruas tumbuh cabang-cabang yang berukuran jauh lebih kecil dibandingkan dengan buluhnya sendiri. Pada ruas-ruas ini tumbuh akar-akar sehingga pada bambu dimungkinkan untuk memperbanyak tanaman dari potongan-potongan ruasnya, disamping tunas-tunas rumpunnya.

Bambu tergolong keluarga Gramineae (rumput-rumputan) disebut juga Hiant Grass (rumput raksasa), berumpun dan terdiri dari sejumlah batang (buluh) yang tumbuh secara bertahap, dari mulai rebung, batang muda dan sudah dewasa pada umur 3-4 tahun. Batang bambu berbentuk silindris, berbuku-buku, beruas-ruas berongga, berdinding keras, pada setiap buku terdapat mata tunas atau cabang.

Tanaman bambu yang sering kita kenal umumnya berbentuk rumpun. Padahal dapat pula bambu tumbuh sebagai batang soliter atau perdu. Tanaman bambu yang tumbuh subur di Indonesia merupakan tanaman bambu yang simpodial, yaitu batang-batangnya cenderung mengumpul didalam rumpun karena percabangan rhizomnya di dalam tanah cenderung mengumpul. Batang bambu yang lebih tua berada di tengah rumpun, sehingga kurang menguntungkan dalam proses penebangannya.

Arah pertumbuhan biasanya tegak, kadang-kadang memanjat dan batangnya mengayu. Jika sudah tinggi, batang bambu ujungnya agak menjuntai dan daun-daunya seakan melambai. Tanaman ini dapat mencapai umur panjang dan biasanya mati tanpa berbunga.

Akar rimpangnya yang terdapat dibawah tanah membentuk sistem percabangan, dimana dari ciri percabangan tersebut nantinya akan dapat membedakan asal dari kelopok bambu tersebut. Bagian pangkal akar ripangnya lebih sempit dari pada bagian ujungnya dan setiap ruas mempunyai kuncup dan akar. Kuncup pada akar rimpang ini akan berkembang menjadi rebung yang kemudian memanjat dan akhirnya menghasilkan buluh.

Tunas atau batang-batang bambu muda yang baru muncul dari permukaan dasar rumpun dan rhizome disebut rebung. Rebung tumbuh dari kuncup akar rimpang didalam tanah atau dari pangkal buluh yang tua. Rebung dapat dibedakan untuk membedakan jenis dari bambu karena menunjukkan ciri khas warna pada ujungnya dan bulu-bulu yang terdapat pada pepepahnya. Bulu pelepah rebung umumnya hitam, tetapi ada pula yang coklat atau putih misalnya bambu cangkreh (Dinochloa scandens), sementara itu pada bambu betung (Dendrocalamus asper) rebungnya tertutup oleh bulu coklat.

Batang-batang bambu muncul dari akar-akar rimpang yang menjalar dibawah lantai. Batang-batang yang sudah tua keras dan umumnya berongga, berbetuk silinder memanjang dan terbagi dalam ruas-ruas. Tinggi tanaman bambu sekitar 0,3 m sampai 30 m. Diameter batangnya 0,25-25 cm dan ketebalan dindingnya sampai 25 mm. Pada bagian tanaman terdapat organ-organ daun yang menyelimuti batang yang disebut dengan pelepah batang. Biasanya pada batang yang sudah tua pelepah batangnya mudah gugur. Pada ujung pelepah batang terdapat perpanjangan tambahan yang berbetuk segi tiga dan disebut subang yang biasanya gugur lebih dulu.

Helai daun bambu mempunyai tipe pertulangan yang sejajar seperti rumput, dan setiap daun mempunyai tulang daun utama yang menonjol. Daunnya biasanya lebar, tetapi ada juga yang kecil dan sempit seperti pada bambu cendani (Bambusa multiplex) dan bambu siam (Thyrsostachys siamensis). Helai daun dihubungkan dengan pelepah oleh tangkai daun yang mungkin panjang atau pendek. Pelepah dilengkapi dengan kuping pelepah daun dan juga ligula. Kuping pelepah daun umumnya besar tetapi ada juga yang kecil atau tidak tampak. Pada beberapa jenis bambu, kuping pelepah daunnya mempunyai bulu kejur panjang, tetapi ada juga yang gundul.

Bambu merupakan tanaman yang memiliki manfaat sangat penting bagi kehidupan. Semua bagian tanaman mulai dari akar, batang, daun bahkan rebungnya dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan. Pada perinsipnya, pengembangan tanaman bambu di negara kita ini sangat prospek, disamping dapat memenuhi kebutuhan bambu dalam negeri juga dapat memenuhi kebutuhan luar negeri. Selain memiliki nilai ekonomi yang tinggi tanaman bambu juga dapat sebagai salah satu kantong penyerap air, akar-akar pada bambu sangat baik dalam hal menahan dan menjaga ketersediaan air dalam tanah.

Di Indonesia, bambu sering digunanakan sebagai alat musik tradisional yang menjadi ciri khas masing-masing daerah Indonesia. Salah satu contohnya adalah Angklung dan Seruling yang berasal dari Sunda. Di beberapa daerah Asia Timur dan Asia tenggara bambu digunakan sebagai alat bela diri.Contohnya adalah Bela diri silambam pada zaman Tamil kuno, pada bela diri ini petarung akan sering saling berpukulan dengan tongkat bambu.

Bambu merupakan bahan baku dari berbagai peralatan rumah tangga yang utama sebelum datangnya era peralatan rumah tangga dari plastik. Bakul nasi, tampah, bubu/perangkap ikan, tempat kue (besek), topi bambu (caping) adalah contoh dari beberapa peralatan yang terbuat dari bambu.

Pada pengobatan Cina, bambu digunakan untuk mengobati dan menyembuhkan infeksi. Bambu mengandung sumber pottasium yang rendah kalori, rasa manisnya terkenal sebagai sumber protein dan nutrisi yang baik.

Terdapat beragam jenis bambu yang dapat kita temui di lingkungan sekitar kita terutama di wilayah perdesaan yang masih banyak memiliki lahan perkebunan. Masing-masing jenis memiliki keunggulan tersendiri untuk diolah menjadi barang yang siap pakai. Beberapa diantaranya ialah bambu wulung dan bambu gading yang dapat diolah menjadi mebel berupa meja dan kursi serta ornamen bangunan, bambu tali yang dapat dijadikan kerajinan tangan seperti keranjang dan nampah, dan tentunya masih banyak lagi produk yang dihasilkan.

  1. LO

   

   

SISTEMATIKA TAKSONOMI

Kingdom  : Plantae

Division   : Magnoliophyta

Class        : Magnolipsida

Order        : Urticales

 Family      : Moraceae

Genus       : Ficus

Species    : F. Racemosa

Ciri-ciri umum dari pohon lo yaitu merupakan pohon yang tingginya mencapai 20 m. Mempunyai daun banyak dan tebal. Buah muncul langsung dari batang dan berasa manis. Buahnya merupakan buah semu, yaitu berasal dari bagian bunga yang menebal menjadi daging. Buah sesungguhnya adalah yang biasanya disebut dengan bijinya.

Pohon ficus (Moraceae, Ficus) yang paling umum dikenal di Amerika sebagai pohon ara. Budidaya ficus mulai awal dalam sejarah manusia, yang memungkinkan pohon untuk menyebar ke seluruh dunia. Saat ini, ada dua ribu spesies dalam genus ficus yang tumbuh di daerah tropis, subtropis dan sedang, membuat habitat pohon ficus beragam.

Pohon ficus adalah pohon yang ditandai dengan cabang pohon memutar dan buahnya terkenal dengan sebutan ara. Pohon ini dapat tumbuh hingga ketinggian 50 kaki, dengan cabang-cabang  banyak. Kulit pohon mengandung  getah lateks, yang dapat mengiritasi kulit. Daunnya tersusun dalam 3-7 warna, yaitu terang hijau, berbulu, lobus palmate. Buah ficus mekar di dua musim, yaitu musim semi dan musim gugur. Hanya buah dari panen kedua yang bisa dikonsumsi karena buah pada panen pertama di musim semi rasanya terlalu asam. Kulit ara berwarna putih kemudian warnanya menjadi kuning dan dagingnya menjadi warna merah atau ungu. Buah ini juicy dan manis ketika matang, kulit tipis dan lembut.

Pohon ficus akan tumbuh dalam kondisi tanah yang beragam selama pohon itu ditanam pada kedalaman yang tepat untuk mengakomodasi sistem akar. Tanah yang baik yaitu seperti batu gamping, pasir, tanah liat berat dan lempung yang kaya mineral telah memungkinkan ficus untuk berkembang dalam habitat di seluruh dunia. Idealnya, pohon harus ditanam di tanah dengan keseimbangan pH dari 6,0 sampai 6,5, yang berdrainase baik dan kaya akan nutrisi. Namun demikian, ficus akan mentolerir keseimbangan pH berkisar 5,5-8,0 dan rata-rata tanah yang buruk dengan salinitas sedang. Tanah yang sangat asam dan atau mengandung alkali deposito hitam tidak dianjurkan.

Ficus memerlukan pasokan air reguler  hingga pohon dapat membangun dirinya. Dalam iklim kering bahkan dewasa, pohon  yang mapan harus disiram secara teratur setiap minggu. Jika pohon ficus tidak menerima kecukupan pasokan air untuk memenuhi kebutuhannya daun akan menguning dan rontok. Pohon itu juga tidak akan menghasilkan buah apapun. Penyiraman selama awal musim semi sangat penting untuk produksi buah, namun hujan lebat selama pematangan buah ara akan menyebabkan buah-buahan terbuka dan merusak buah.

Pohon ficus tumbuh subur di iklim subtropis yang hangat. Daerah Mediterania dikenal untuk menghasilkan buah ara yang terbaik karena musim panas mereka kering dan panas dan musim semi basah dan sejuk. Di musim panas ficus membutuhkan sedikitnya delapan jam sinar matahari langsung, suhu hangat dan air yang cukup untuk memproduksi dan mematangkan buah. Di musim dingin sebuah pohon ficus  yang aktif dapat bertahan jika suhu turun menjadi 15 sampai 20 derajat Fahrenheit, namun di daerah yang lebih dingin atau bersalju, dapat menghancurkan buah-buahan musim semi dan dapat membunuh atau menon-aktif pohon.

Ficus glomerata atau lo adalah pohon besar di keluarga pohon ficus, yang memiliki berbagai aplikasi dalam bidang obat-obatan. Rebusan dibuat dari kulit pohon yang digunakan dalam pengobatan sifilis. Pohon ini juga digunakan dalam pengobatan sekitar 50 penyakit. Daun dan buah dari tumbuhan ini dapat digunakan sebagai obat disentri dan antidot terhadap racun dari bunga kecubung. Aplikasi ini dapat digunakan untuk pengobatan  internal atau eksternal.

Di bagian utara India, pohon ini memiliki posisi menguntungkan dan membentuk bagian utama dari festival ibadah dan agama. Pohon ini melimpah di dataran utara, namun juga terdapat di bagian selatan, terutama Kerala dan Tamil Nadu di mana ia dikenal sebagai Athi (Atti, Atthi, Aththi). Penanaman pohon ini merupakan  properti dalam negeri yang menguntungkankarena mempunyai beberapa manfaat.

Pada masa ini, pohon dari Ficus glomerata dapat digunakan sebagai tanaman hias. Pohon ini dapat dijadikan sebagai bonsai  yang bernilai tinggi dan dapat menembus pasar internasional. Bagi pecinta bonsai, koleksi ini merupakan koleksi terbaru di pasar tanaman hias.

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s